Rabu, 25 Juli 2007

Mengenal Lebih Dekat dengan Probiotik

Sejarah dan Definisi Probiotik

Pemakaian mikroba hidup dalam makanan mempunyai sejarah yang cukup panjang. Pada awal tahun 1900, Elie Metchnikoff (bapak imunologi) menulis teori bahwa orang Bulgaria yang banyak minum yoghurt terbukti lebih awet muda dibandingkan dengan yang tidak. Ia menyebutkan adanya “Bulgarian bacillus” dalam yoghurt, yang akhirnya dikenal dengan Lactobacillus bulgaricus dan digunakan untuk pembuatan yoghurt.

Metchnikoff menyimpulkan bahwa ”Ketergantungan mikroorganisme dalam tubuh manusia terhadap makanan akan menyebabkan mikroorganisme tersebut dapat dimodifikasi dan mikroorganisme jahat dalam tubuh dapat diganti dengan yang lebih bermanfaat.”

Istilah probiotik, yang berasal dari bahasa Yunani dan artinya adalah “for life”, digunakan pertama kali oleh Lilly dan Stillwell pada tahun 1965 untuk menggambarkan “substansi yang dikeluarkan oleh suatu mikroorganisme yang menstimulasi pertumbuhan yang lainnya.”

Lawan dari probiotik adalah antibiotik. Tahun 1971, Sperti menggunakan istilah ini untuk ekstrak jaringan yang menstimulasi pertumbuhan bakteri, sedangkan Parker memberikan definisi yang digunakan hingga saat ini yaitu organisme dan substansi yang menyumbang keseimbangan mikroba usus. Tahun 1989, Fuller memperbaiki definisi tersebut dengan kalimat “suplemen mikroba hidup yang mempunyai keuntungan menyeimbangkan mikroba usus”.

Para ahli WHO/FAO mendefinisikan probiotik sebagai bakteri hidup yang apabila diberikan dalam jumlah yang sesuai akan memberikan efek yang menguntungkan pada tubuh manusia.

Sederhananya, probiotik adalah bakteri yang dikultur dalam kondisi laboratorium, lalu digunakan untuk menyeimbangkan mikroflora yang tidak seimbang akibat stres, penyakit, atau penggunaan antibiotik.

Pada tahun 1921, dimulailah penelitian tentang Lactobacillus acidophilus. Tahun 1965 definisi pertama probiotik diformulasikan, ketika Shirota sudah menemukan Lactobacillus casei tahun 1930 yang terkenal dengan nama “Yakult Strain”. Selanjutnya kini semakin banyak probiotik yang ditemukan, dipublikasi, dan dipasarkan baik dalam bentuk yoghurt, suplemen makanan, dan lain-lain.

Syarat probiotik

Kapan bakteri dikatakan sebagai probiotik?

Aman. Probiotik haruslah aman dikonsumsi, tidak menyebabkan penyakit, tidak memproduksi racun, dan tidak resisten terhadap antibiotik.
Dapat dikonsumsi, dikemas dalam bentuk yoghurt, bubuk, kapsul.
Harus tetap hidup dan stabil dalam penyimpanan.
Mampu bertahan hidup dalam saluran cerna. Idealnya, probiotik tetap hidup setelah melewati lambung, cairan empedu, dan enzim-enzim usus. Dengan kata lain, probiotik harus tahan asam dan tahan terhadap empedu.
Yang terpenting adalah selain dapat hidup di dalam usus, bakteri probiotik juga harus dapat menempel di dinding usus, memproduksi substansi antimikroba, menstimulasi sistem imun, serta memperbaiki kesehatan tubuh.

Sehatkah Konsumsi Mi Instan?

Mi instan adalah jenis makanan yang paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia. Sekitar 43,7 triliun bungkus mi instan dikonsumsi setiap tahunnya. Mi instan bersifat?praktis, tahan lama, dan mudah disiapkan. Sayangnya, mi instan belum mencukupi kebutuhan gizi yang seimbang bagi tubuh.

Sejarah mi instan bermula di?Jepang pada Perang Dunia II. Tujuan pembuatan mi instan pada jaman itu adalah untuk memenuhi kebutuhan logistik perang. Syarat ransum perang adalah segala jenis makanan yang praktis, tahan lama, dan mudah disiapkan.
?
Cara membuat mi instan sangat mudah dan praktis, yang dibutuhkan hanyalah air panas saja. Untuk jenis mi instan dalam cup (cup noodle), hanya tinggal dituangi air panas saja, sedangkan untuk jenis mi instan biasa diperlukan perebusan dalam air mendidih untuk mematangkannya. Apa pun jenisnya, kelezatan mi instan dapat langsung dirasakan hanya dalam hitungan beberapa menit saja.

Mi instan belum dapat dianggap sebagai makanan penuh (wholesome food) karena belum mencukupi kebutuhan gizi yang seimbang bagi tubuh. Mi yang terbuat dari terigu mengandung karbohidrat dalam jumlah besar, tetapi kandungan protein, vitamin, dan mineralnya hanya sedikit. Pemenuhan kebutuhan gizi mi instan?dapat diperoleh jika ada penambahan sayuran dan sumber protein. Jenis sayuran yang dapat ditambahkan adalah wortel, sawi, tomat, kol, atau tauge. Sumber proteinnya dapat berupa telur, daging, ikan, tempe, atau tahu.

Satu takaran saji mi instan yang berjumlah 80 gram dapat menyumbangkan energi sebesar 400 kkal, yaitu sekitar 20% dari total kebutuhan energi harian (2.000 kkal). Energi yang disumbangkan dari minyak berjumlah sekitar 170-200 kkal. Hal lain yang?kurang disadari adalah kandungan minyak dalam mi instan yang dapat mencapai 30% dari bobot kering. Hal tersebut perlu diwaspadai bagi penderita obesitas atau mereka yang sedang menjalani program penurunan berat badan.
?
Salah satu kelebihan dari mi instan adalah keragaman rasa yang ditawarkan dari produsen. Keragaman rasa ditimbulkan oleh jenis bumbu yang ditambahkan. Rasa mi instan konvensional yang banyak dijumpai adalah soto ayam, kari ayam, ayam bawang, dan bakso. Perkembangan terakhir menunjukkan bahwa bahan baku mi instan dapat didiversifikasi dari bahan selain?terigu. Bahan baku potensial lainnya yaitu jagung, umbi-umbian, dan sayur-sayuran.

Kelemahan dari konsumsi mi instan adalah kandungan natriumnya yang tinggi. Natrium yang terkandung dalam mi instan berasal dari garam (NaCl) dan bahan pengembangnya. Bahan pengembang yang umum digunakan adalah natrium tripolifosfat, mencapai 1% dari bobot total mi instan per takaran saji. Natrium memiliki efek yang kurang menguntungkan bagi penderita maag dan hipertensi. Bagi penderita maag, kandungan natrium yang tinggi akan menetralkan lambung, sehingga lambung akan mensekresi asam yang lebih banyak untuk mencerna makanan. Keadaan asam lambung yang tinggi akan berakibat pada pengikisan dinding lambung dan menyebabkan rasa perih. Sedangkan bagi penderita hipertensi, natrium akan?meningkatkan tekanan darah karena ketidakseimbangan antara natrium dan kalium (Na dan K) di dalam darah dan jaringan.
?
Kelemahan lain mi instan adalah tidak dapat dikonsumsi oleh penderita autisme. Hal tersebut disebabkan karena mi instan mengandung gluten, substansi yang tidak boleh dikonsumsi oleh penderita autisme.

Mitos Sehat Tentang Makanan

Apakah gula menyebabkan diabetes?
Jika Anda diabetesi, Anda perlu memperhatikan asupan gula dan karbohidrat untuk menjaga kadar gula dalam darah. Namun bila Anda bukan diabetesi, asupan gula tidak akan menyebabkan diabetes. Yang benar adalah diet tinggi kalori (termasuk banyak konsumsi makanan dan minuman manis), kegemukan, dan tidak pernah olahraga adalah faktor risiko utama penyebab penyakit diabetes tipe 2.

Benarkah semua lemak bersifat buruk?
Kita semua membutuhkan lemak karena lemak membantu penyerapan vitamin A, D, E, K, transmisi saraf, dan menjaga integritas membran sel. Namun jika?konsumsinya berlebihan, maka lemak dapat menyebabkan peningkatan berat badan, penyakit jantung, dan kanker. Tidak semua lemak bersifat buruk. Pilihlah lemak yang baik, yaitu lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda dalam pola makan sehari-hari. Lemak tak jenuh biasanya terdapat pada ikan dan kacang-kacangan.

Dapatkah kolesterol turun dengan pantang makan seafood?
Kuncinya adalah konsumsi dalam jumlah yang wajar karena seafood memang mengandung kolesterol. Kadar kolesterol dalam tubuh sebagian besar dipengaruhi oleh lemak jenuh dan trans fatty acid. Keduanya terdapat dalam daging merah dan makanan kemasan olahan. Trans fatty acid terdapat di snack kemasan, gorengan, atau margarin yang berisi minyak hydrogenated.

Adakah bukti berat badan cepat turun karena menghindari karbohidrat?
Perlu diketahui, diet rendah karbohidrat adalah karbohidrat mempercepat produksi insulin yang akhirnya akan menambah berat badan. Namun, membatasi asupannya secara berlebihan akan membuat tubuh kekurangan karbohidrat, sehingga tubuh akan membakar cadangan karbohidrat untuk energi dengan melepaskan air. Itulah sebabnya Anda akan kehilangan banyak air ketika diet rendah karbohidrat.

Betulkah tidak makan malam dapat membantu menurunkan berat badan?
Banyak orang berpikir, makan lebih sedikit berarti mempercepat penurunan berat badan. Padahal ketika makan, tubuh berpikir kita sedang kelaparan dan karenanya tubuh akan memperlambat proses metabolisme. Kita pun cenderung makan dalam jumlah banyak sesudah melewati waktu makan. Karena itu, sebaiknya jangan lewatkan waktu makan. Cara yang sehat adalah makan sering tetapi dalam porsi yang kecil agar gula darah tetap seimbang.

Apakah daging merah tidak baik untuk kesehatan?
Memang benar daging merah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung karena kandungan lemak jenuhnya. Padahal, daging putih juga mengandung lemak jenuh. Satu porsi daging sapi sirloin atau babi tenderloin mengandung lemak jenuh lebih sedikit dibandingkan paha ayam dengan kulit, jadi jangan makan daging ayam dengan kulitnya. Pilihlah daging sapi tanpa lemak agar tidak menambah kandungan lemak jenuh di dalam tubuh.

Diare?? Coba deh Makan Coklat

Sebuah unsur kimia dalam biji coklat dapat membatasi pembentukan cairan saat diare, demikian hasil sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of Nutrition.
Sejarah mencatat bahwa pemakaian coklat untuk mengatasi diare telah ada sejak abad 16. Nenek moyang dari Amerika Selatan dan Eropa yang tercatat melakukan hal tersebut. Tapi sejauh ini, tidak ada yang tahu secara pasti mengapa biji coklat dapat digunakan untuk itu.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ahli di Children's Hospital & Research Center Oakland dan Heinrich Heine University di Jerman untuk pertama kalinya menemukan bahwa suatu kandungan kimiawi dalam coklat yang dikenal dengan istilah flavonoid merupakan penyebab mengapa coklat dapat digunakan sebagai suplemen alami dalam membantu mengatasi diare.

Para peneliti mendapatkan bahwa flavonoid dari coklat dapat berikatan sekaligus menghambat sebuah protein usus yang disebut CFTR. CFTR ini merupakan protein yang mengatur sekresi cairan di usus halus. Dengan terhambatnya CFTR, kehilangan cairan secara berlebihan dapat dicegah.

Penelitian ini diharapkan dapat membawa kearah penemuan obat alami yang murah dan aman dalam membantu mengatasi diare.

Alergi Tidak Kurangi Kesuburan Wanita

Wanita penderita asma, hay fever, atau dermatitis alergi diketahui tidak kurang subur jika dibandingkan wanita yang tidak menderita alergi, bahkan mereka mungkin lebih cenderung dapat memperoleh keturunan.

Hal ini merupakan sebuah penemuan yang penting bagi wanita penderita alergi dan para dokter. Penelitian tersebut dilakukan oleh para peneliti dari University of Nottingham dan hasilnya dilaporkan dalam American Journal of Epidemiology.

Peneliti mencatat selama ini telah diketahui bahwa anak kedua dan seterusnya memiliki risiko yang lebih rendah terhadap asma atau penyakit alergi lainnya. Salah satu penjelasan mengenai hal itu adalah bahwa wanita yang memiliki penyakit alergi mungkin kurang subur sehingga jarang yang mempunyai banyak anak.

Untuk meneliti tentang hal tersebut, para peneliti melakukan penelitian dengan membandingkan angka kesuburan pada 491.516 orang wanita berusia 15-44 tahun, selama kurun waktu 10 tahun. Sebanyak 13% responden menderita asma, 14% menderita dermatitis alergika (eksim), dan 12% menderita hay fever. Sedangkan 6% mempunyai dua gejala dan 1% menderita ketiganya.

Para peneliti tidak menemukan perbedaan yang bermakna antara wanita penderita asma maupun yang tidak menderita asma, walaupun penderita asma yang berusia 20-an bahkan sedikit lebih subur dibandingkan yang lainnya.

Para peneliti juga tidak mengetahui bagaimana alergi dapat meningkatkan kesuburan, diduga akibat adanya keseimbangan sel-sel tertentu dalam sistem imun yang terdapat pada keadaan alergi sehingga memicu konsepsi.

Hasil penelitian tersebut memperkuat bukti bahwa angka kesuburan wanita penderita asma, eksim, atau hay fever tidak kurang baik dibandingkan dengan populasi umum lainnya.


Sumber : American Journal of Epidemiology, May 2007

Berbagai Manfaat Kacang Hijau...

Kacang hijau atau Phaseolus aureus berasal dari famili Leguminoseae alias polong-polongan. Sebagai makanan, tanaman tersebut dapat menghasilkan berbagai masakan, mulai dari aneka panganan kecil, bubur, sampai kolak. Selain rasanya yang gurih dan lezat, kacang hijau dan kecambahnya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

Nutrisi penting

Kacang hijau memiliki kandungan protein yang cukup tinggi dan merupakan sumber mineral penting, antara lain kalsium dan fosfor. Sedangkan kandungan lemaknya merupakan asam lemak tak jenuh sehingga aman dikonsumsi oleh mereka yang memiliki masalah kelebihan berat badan.

Protein tinggi

Kacang hijau mengandung protein tinggi, sebanyak 24%. Dalam menu masyarakat sehari-hari, kacang-kacangan adalah alternatif sumber protein nabati terbaik. Secara tradisi, ibu-ibu hamil sering dianjurkan mengonsumsi kacang hijau agar bayi yang dilahirkan mempunyai rambut lebat. Pertumbuhan sel-sel tubuh termasuk sel rambut memerlukan gizi yang baik terutama protein dan karena kacang hijau kaya akan protein, maka keinginan untuk mempunyai bayi berambut tebal akan terwujud.

Kalsium dan fosfor

Kandungan kalsium dan fosfor pada kacang hijau bermanfaat untuk memperkuat tulang.

Lemak rendah

Sangat baik bagi mereka yang ingin menghindari konsumsi lemak tinggi. Kadar lemak yang rendah dalam kacang hijau menyebabkan bahan makanan atau minuman yang terbuat dari kacang hijau tidak mudah tengik. Lemak kacang hijau tersusun dari 73% asam lemak tak jenuh dan 27% asam lemak jenuh. Umumnya kacang-kacangan memang mengandung lemak tak jenuh tinggi. Asupan lemak tak jenuh tinggi penting untuk menjaga kesehatan jantung.

Vitamin B1 (tiamin)

Untuk pertumbuhan. Awalnya vitamin B1 dikenal sebagai anti beri-beri, selanjutnya dibuktikan bahwa vitamin B1 juga bermanfaat untuk membantu proses pertumbuhan. Defisiensi vitamin B1 dapat mengganggu proses pencernaan makanan dan selanjutnya dapat berdampak buruk bagi pertumbuhan. Dengan meningkatkan asupan bahan makanan yang banyak mengandung vitamin B1, seperti kacang hijau, hambatan pada pertumbuhan tubuh dapat diperbaiki.

Meningkatkan nafsu makan dan memperbaiki saluran pencernaan

Secara tidak langsung, peran tersebut sangat berkaitan dengan efek perbaikan pertumbuhan tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa defisiensi vitamin B1 menyebabkan waktu pengosongan lambung dan usus dua kali lebih lambat yang mengindikasikan sulitnya proses pencernaan makanan sehingga kemungkinan besar makanan tersebut tidak dapat diserap dengan baik.

Sumber energi

Vitamin B1 adalah bagian dari koenzim yang berperan penting dalam oksidasi karbohidrat untuk diubah menjadi energi. Tanpa kehadiran vitamin B1 tubuh akan mengalami kesulitan dalam memecah karbohidrat.

Memaksimalkan kerja syaraf

Tanda-tanda awal mereka yang kekurangan vitamin B1 adalah penurunan kerja syaraf. Kegiatan syaraf terganggu karena oksidasi karbohidrat terhambat. Penelitian pada sekelompok orang yang makanannya kurang cukup mengandung vitamin B1 dalam waktu singkat muncul gejala-gejala mudah tersinggung, tidak mampu memusatkan pikiran, dan kurang bersemangat. Hal itu mirip dengan tanda-tanda orang sedang stres.

Vitamin B2 (riboflavin)

Membantu penyerapan protein di dalam tubuh . Salah satu teori menyebutkan bahwa vitamin B2 dapat membantu penyerapan protein di dalam tubuh. Kehadiran vitamin B2 akan meningkatkan pemanfaatan protein sehingga penyerapannya menjadi lebih efisien.

Tidak kalah dengan kacangnya, kecambah kacang hijau juga memiliki manfaat antara lain:

Antioksidan yang terkandung di dalamnya dapat membantu memperlambat proses penuaan dan mencegah penyebaran sel kanker.
Kandungan vitamin E-nya membantu meningkatkan kesuburan.
Sangat baik untuk menjaga keasaman lambung dan memperlancar pencernaan. karena bersifat alkalis (basa).
Untuk kecantikan, yaitu membantu meremajakan dan menghaluskan kulit, menghilangkan noda-noda hitam pada wajah, menyembuhkan jerawat, menyuburkan rambut dan melangsingkan tubuh.

Lemak Tetap Diperlukan Tubuh

Fungsi lemak umumnya yaitu sebagai sumber energi, bahan baku hormon, membantu transport vitamin yang larut lemak, sebagai bahan insulasi terhadap perubahan suhu, serta pelindung organ-organ tubuh bagian dalam.

Sebuah penelitian pernah melaporkan bahwa hewan-hewan percobaan yang tidak mendapatkan jumlah lemak yang cukup dalam makanannya akan mengalami hambatan pertumbuhan, bahkan ada yang berhenti tumbuh dan akhirnya mati. Kurangnya lemak dalam makanan juga akan menyebabkan kulit menjadi kering dan bersisik.

Dalam saluran pencernaan, lemak dan minyak akan lebih lama berada di dalam lambung dibandingkan dengan karbohidrat dan protein, demikian juga proses penyerapan lemak yang lebih lambat dibandingkan unsur lainnya. Oleh karena itu, makanan yang mengandung lemak mampu memberikan rasa kenyang yang lebih lama dibandingkan makanan yang kurang atau tidak mengandung lemak.

Salah satu fungsi lemak memang untuk mensuplai sejumlah energi, dimana satu gram lemak mengandung 9 kalori, sedangkan 1 gram karbohidrat hanya mengandung 4 kalori. Fungsi lain dari lemak adalah untuk membantu absorbsi vitamin yang larut dalam lemak. Selain itu, lemak juga merupakan sumber asam-asam lemak esensial yang tidak dapat dihasilkan tubuh dan harus disuplai dari makanan. Fungsi lemak sebagai bahan baku hormon juga sangat berpengaruh terhadap proses fisiologis di dalam tubuh, contohnya yaitu pembuatan hormon seks.

Lemak tubuh dalam jaringan lemak (jaringan adipose) mempunyai fungsi sebagai insulator untuk membantu tubuh mempertahankan temperaturnya, sedangkan pada wanita dapat memberikan kontur khas feminim seperti jaringan lemak di bagian bokong dan dada. Selain itu, lemak tubuh dalam jaringan lemak juga berperan sebagai bantalan yang melindungi organ-organ seperti bola mata, ginjal, dan organ lainnya.

Sedangkan fungsi lemak dalam makanan yaitu dapat memberikan rasa gurih, memberikan kualitas renyah (terutama pada makanan yang digoreng), serta memberikan sifat empuk pada kue. Lemak yang terdapat dalam bahan makanan sekitar 90%nya merupakan lemak dalam bentuk trigliserida, sedangkan sisanya 10% adalah dalam bentuk kolesterol dan fosfolipid.

Lemak yang berasal dari produk hewani umumnya mengandung sejumlah besar asam lemak jenuh. Sebaliknya produk makanan nabati, kecuali minyak kelapa, mengandung sejumlah besar asam lemak tidak jenuh berantai panjang. Perlu diketahui, semakin banyak lemak jenuh yang kita konsumsi, maka akan semakin tinggi pula kadar kolesterol dalam darah kita.